<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-109779552071887834</id><updated>2011-07-28T04:33:01.436-07:00</updated><title type='text'>tempatku melihat bumi pertiwi</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://titikberdiri.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titikberdiri.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>the writer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17771186774996882170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fHlfRI5W7rs/SxXxaXlxk-I/AAAAAAAAAOY/djYbTOQ8Pv4/S220/IMG_0142.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-109779552071887834.post-1299351868041574764</id><published>2009-04-13T09:43:00.000-07:00</published><updated>2009-04-13T11:05:17.121-07:00</updated><title type='text'>pemilu 2009, great experience!</title><content type='html'>Orang mungkin melihat pemilu tahun ini, carut marut. Mulai dari orang -orang yang tidak bisa memilih karena namanya tidak tertera di Daftar Pemilih Tetap,  sampai kebingungan mencontreng atau mencoblos karena orang tidak tahu bagaimana cara yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KPU dianggap sebagai penyebab dari semua ini, karena gagal bersosialisasi dan terlalu mengentengkan masalah.  KPU pun terutama ketuanya yang bertumbuh tambun dan hobi cengar-cengir itu semakin menjengkelkan, karena selalu berkelit, sebab menurutnya akar dari permasalahan ini adalah pembentukan KPU yang terlambat oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi buat saya, ada yang menyegarkan dari pemilu tahun ini. Terutama, Melihat betapa antusiasnya rakyat yang tidak kebagian memilih karena namanya tidak ada. Ada memang golput, segolongan orang yang menganggap dirinya intelektual, dan skeptis terhadap politik. Biasanya mereka memang menggolongkan diri "bukan orang kebanyakan" :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang mendominasi headlines di media massa adalah kekecewaan orang yang tidak bisa memilih. Mereka berdemo ke tempat-tempat pemilihan, mebawa ktp dan kartu keluarga untuk membuktikan kependudukannya diakui pemerintah, sampai  orang-orang yang sengaja mudik untuk ikut pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa, kekecewaan masyarakat adalah bukti bahwa masih banyak orang yang punya harapan terhadap negeri ini. Masih banyak orang yang merasa mereka harus berbuat sesuatu, walaupun hanya menorehkan pilihan pada gambar-gambar partai, atau mungkin orang yang mereka harap bisa melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu bukti bahwa Indonesia masih belum kehilangan pecintanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/109779552071887834-1299351868041574764?l=titikberdiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titikberdiri.blogspot.com/feeds/1299351868041574764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=109779552071887834&amp;postID=1299351868041574764' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/1299351868041574764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/1299351868041574764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titikberdiri.blogspot.com/2009/04/pemilu-2009-great-experience.html' title='pemilu 2009, great experience!'/><author><name>the writer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17771186774996882170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fHlfRI5W7rs/SxXxaXlxk-I/AAAAAAAAAOY/djYbTOQ8Pv4/S220/IMG_0142.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-109779552071887834.post-8134280338656687303</id><published>2008-10-11T01:25:00.000-07:00</published><updated>2008-10-11T01:26:24.752-07:00</updated><title type='text'>the old man is coming home</title><content type='html'>&lt;div class="note_header"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="note_content clearfix"&gt; &lt;div&gt;Saya gk tau apakah "coming home" itu kata yang tepat untuk Tengku Hassan Tiro. Dia habiskan hampir seluruh hidupnya di luar negeri. Bukan hanya karena idealismenya menyelamatkan Aceh, tapi karena memang dia adalah seorang anak Aceh cerdas, yang disekolahkan oleh pemerintah RI tahun 1950-an ke New York. Dan mendapatkan pembenaran lagi untuk escape dari Aceh saat dia "mengungsi" ke Swedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mendeklarasikan Aceh Merdeka, tanggal 4 December 1976, Tiro menghabiskan hidupnya selama hampir 25 tahun di Amerika. Dia bersekolah di Columbia university mengambil International Law, dan juga bekerja sebagai staf informasi di Konjen RI di Nework. Loyalitasnya pada negara Indonesia yang baru dibentuk (dia sempat menjadi staff PM sjarifuddin sebelum dikirim ke Amerika) bubar pada tahun 1954, berubah menjadi sakit hati saat dia melihat rakyat sipil Aceh dibunuhi hanya karena Sukarno panik melihat gerakan bersenjata yang dipimpin oleh Daud Bereuh. Gerakan yang amat beralasan karena Sukarno tidak menepati janj untuk menerapkan syariat Islam di Aceh dan mengecilkan peran Aceh dalam kesatuan RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiro anak Aceh cerdas itupun, mengirim surat pada PM sjarifuddin, dan mengatakan bahwa Republik Indonesia telah mengadu domba antar saudara. Saat itu Tiro mengatakan Republik Islam Indonesia. Sejalan dengan kuliahnya di Amerika, pemikiran Tiro tentang apa itu Indonesia semakin matang. Dia melihat Sukarno terobsesi dengan negara kesatuan, dan "memaksakan" sulawesi, kalimantan, aceh, sumatra untuk bergabung ke jawa. Memaksakan karena kesatuan itu, menurutnya, tidak melalui referendum rakyat di pulau-pulau tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perspektif ini saya setujui. Saya pernah bertanya, kalau kesatuan ternyata tidak bekerja dengan baik untuk kemakmuran rakyatnya, kenapa dipaksakan? apa mitos yang memaksakan kita untuk saling merekatkan diri, kalau yang terjadi adalah keuntungan untuk segelintir orang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya saat ini ada otonomi, yang mengarah pada federasi Indonesia. sistem ini cukup menjanjikan dan menjadikan kita tetap merekatkan diri dan menjadi bangsa yang besar, physically...:)). Kita masih gk tau apakah ini bekerja dengan baik. Masih terlalu early untuk menilainya kan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali buat hasan Tiro. Setelah dia mendeklarasikan kemerdekaan Aceh, selama tiga tahun dia berjuang di hutan-hutan Aceh, untuk akhirnya dia pergi kembali mengungsi (begitu kata gagah beraninya) ke Stockholm, Swedia. Dan meneruskan perjuangan dari sana. Ratusan ribu, begitu katanya sendiri sudah mati. Salah satu faktornya karena mimpi yang dia terus perpanjang di negeri dingin Stockholm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu ini proses belajar demokrasi yang panjang buat kita, Indonesia. terlalu mahal, sebab ratusan ribu orang mati. GAM dan pemerintah RI menurut saya, hanya sekedar laboratorium politik dan sosial untuk Tiro. Dia tidak merasakan kepedihan apa-apa. Dia hanya hampir menjadi Che Guevarra, tapi dia tidak mati dengan darah perjuangan di dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah Tsunami menyelamatkan muka Tiro, dan juga pemerintah RI yang selalu terlihat silly dengan kebijakan militernya yang paranoid. Akhirnya perdamaian, itupun dengan uang tebusan ratusan juta buat para combattan yang lama hidup menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Tiro, orang tua yang sebenarnya agak aneh itu, hidup di benak rakyat Aceh sebagai Pahlawan. Tanpa sedikitpun yang dia korbankan, sebenarnya. Dia sekolahkan anaknya di USA dan bangga terhadap itu. Kenapa dia tidak mengirim anaknya berperang di Aceh? kalau dia betul-betul mencintai Aceh, dia tidak akan bangga anaknya meraih Phd di negeri orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiro cuma mengorbankan satu hal, mimpinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, Saya tidak melihat Tiro sebagai seorang pejuang.. dia adalah seorang pemikir, visioner genius yang well... agak pengecut. Kalau dia betul-betul pejuang dan mencintai Aceh, menurut saya dia tidak usah pergi ke Stockholm tahun 1979. Kalau dia betul-betul commit dengan idenya. Dia membiarkan dirinya menjadi mitos, memerintah Aceh dari luar negeri dan hidup enak, sementara rakyat Aceh yang betul-betul merindukan kebebasan, menjadi pion dan martir yang merelelakan darah mereka menjadi statistik propaganda politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia akan tinggal di Aceh dua minggu. I wonder, bagaimana pori-porinya yang terbiasa berkerut di udara dingin itu menghadapi Aceh dengan panas yang membakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berdoa semoga Tiro merasakan kemiskinan rakyat Aceh. Kemiskinan rakyat yang dia katakan selama ini dibelanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Welcome home Tengku Tiro..! &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/109779552071887834-8134280338656687303?l=titikberdiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titikberdiri.blogspot.com/feeds/8134280338656687303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=109779552071887834&amp;postID=8134280338656687303' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/8134280338656687303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/8134280338656687303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titikberdiri.blogspot.com/2008/10/old-man-is-coming-home.html' title='the old man is coming home'/><author><name>the writer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17771186774996882170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fHlfRI5W7rs/SxXxaXlxk-I/AAAAAAAAAOY/djYbTOQ8Pv4/S220/IMG_0142.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-109779552071887834.post-9201472255824286982</id><published>2008-09-24T04:14:00.000-07:00</published><updated>2008-09-24T04:26:34.725-07:00</updated><title type='text'>Pornografi</title><content type='html'>Lagi-lagi Undang undang pornografi jadi kontroversi.&lt;br /&gt;Kalau tidak salah lihat, dalam undang-undang itu ada pasal&lt;br /&gt;pengecualian definisi pornografi yang mengedepankan ketelanjangan dan lain-lain itu&lt;br /&gt;pada kepentingan ilmiah, dan budaya. Sebenarnya ini menyelesaikan banyak hal.&lt;br /&gt;Tapi Bali dan Jogja.. maju bersama-sama. Semua traumatik terhadap fundamentalisme Islam&lt;br /&gt;yang mereka sangka ada dibalik pembahasan UU pornografi itu.&lt;br /&gt;Orang Joga takut tidak bisa memakai kemben di upacara pernikahan mereka, dan juga tari-tarian mereka, pun orang Bali.  Mereka pun takut FPI merazia bule-bule berbikini di Kuta.&lt;br /&gt;Hm..&lt;br /&gt;ketelanjangan, pornografi, ekspresi tradisional dan budaya.  Kata-kata ini sudah cukup memusingkan. Lebih erotik mana, goyang inul atau geliat jaipongan? kedua-duanya bisa membuat banyak laki-laki pusing kepala.&lt;br /&gt;Mungkin yang harus di atur adalah dimana ini bisa dipertontonkan. TV punya aturan jelas ttg kesopanan. Tidak semua masyarakat di lingkungan pantai menerima orang telanjang di pinggir pantainya.  Lalu?&lt;br /&gt;Sebenarnya apa yang dirumuskan, saat orang membincangkan pornografi,  batas moral?&lt;br /&gt;pada hal apa pornografi menjadi kejahatan dan tidak?&lt;br /&gt;Lebih baik membicarakan konsekuensi pidana dari industrialisasi pornografi, kejahatan sexual terhadap perempuan dan anak-anak,  mungkin akan banyak orang sepakat.  Tapi, bagaimana mendefinisikan kesopanan dalam standar masyarakat yang berbeda sejarah?&lt;br /&gt;wah, magrib...&lt;br /&gt;nanti diteruskan lagi. Kalau mood. :))&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/109779552071887834-9201472255824286982?l=titikberdiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titikberdiri.blogspot.com/feeds/9201472255824286982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=109779552071887834&amp;postID=9201472255824286982' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/9201472255824286982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/9201472255824286982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titikberdiri.blogspot.com/2008/09/pornografi.html' title='Pornografi'/><author><name>the writer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17771186774996882170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fHlfRI5W7rs/SxXxaXlxk-I/AAAAAAAAAOY/djYbTOQ8Pv4/S220/IMG_0142.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-109779552071887834.post-6373928105110999564</id><published>2008-08-26T04:53:00.001-07:00</published><updated>2008-08-26T04:56:27.969-07:00</updated><title type='text'>romantisme Michelle Obama</title><content type='html'>Pidato michelle obama pagi ini (malam di amerika) membuat mata saya basah. Orasinya memang gaya amerika, penuh dengan kata-kata yang.. yah, begitulah, khas orator, seperti film-film hollywood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tapi ada backround yang cukup emosional yang lebih dari sekedar kata-kata, yang membuat banyak orang demokrat juga meneteskan airmata termasuk orang indonesia yang hidup di nun jauh di ciledug seperti saya ini, apa itu ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin orang merasakan getaran cinta dan kepercayaan Michelle terhadap Obama?&lt;br /&gt;atau lebih dari itu, kepercayaan dia yang total terhadap ideals yang Obama perjuangkan?&lt;br /&gt;atau karena Michelle adalah perempuan, kulit hitam, yang dengan penuh harga diri berdiri dihadapan amerika dan menyuarakan kebenaran yang diyakininya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas komentar setelah Michelle berpidato cukup positif.  Pidato Michelle malam ini memvalidasi hidup Obama yang idealis. Disaat orang mulai kembali meragukan Obama karena nama belakangnya, dan pilihan dia terhadap kandidat wakil presiden yang pernah mendukung perang irak, Michele menunjukkan totalisme untuk Obama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu speechnya Michelle menceritakan kesannya saat bertemu Obama 19 tahun yang lalu saat mereka masih sama-sama pengacara di kantor bantuan hukum kecil, dan Michelle menyaksikan obama berorasi depan orang-orang yang baru saja dipecat karena tempat bekerja mereka tutup ..:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barack stood up that day, and spoke words that have stayed with me ever since. He talked about "The world as it is" and "The world as it should be." And he said that all too often, we accept the distance between the two, and settle for the world as it is - even when it doesn't reflect our values and aspirations. But he reminded us that we know what our world should look like. We know what fairness and justice and opportunity look like. And he urged us to believe in ourselves - to find the strength within ourselves to strive for the world as it should be  "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.huffingtonpost.com/2008/08/25/michelle-obamas-democrati_n_121310.html (pidato michelle obama: transkrip dan videonya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pidato menyentuh Michelle membawa ingatan saya  pada kata-kata Susan sarandon di "Shall We Dance "', ttg makna pernikahan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We need a witness to our lives. There's a billion people on the plane.. I mean, what does any one life really mean? But in a marriage, you're promising to care about everything. The good things, the bad things, the terrible things, the mundane things… all of it, all of the time, every day. You're saying 'Your life will not go unnoticed because I will notice it. Your life will not go un-witnessed because I will be your witness."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan sepertinya Michelle pagi ini bercerita ttg kesaksiannya tentang hidup Obama selama 19 tahun dia mendampingi suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;isn't it romantic?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/109779552071887834-6373928105110999564?l=titikberdiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titikberdiri.blogspot.com/feeds/6373928105110999564/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=109779552071887834&amp;postID=6373928105110999564' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/6373928105110999564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/6373928105110999564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titikberdiri.blogspot.com/2008/08/romantisme-michelle-obama.html' title='romantisme Michelle Obama'/><author><name>the writer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17771186774996882170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fHlfRI5W7rs/SxXxaXlxk-I/AAAAAAAAAOY/djYbTOQ8Pv4/S220/IMG_0142.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-109779552071887834.post-5911290974413624932</id><published>2008-08-15T00:40:00.000-07:00</published><updated>2008-08-15T00:43:17.249-07:00</updated><title type='text'>hari kemerdekaan kita</title><content type='html'>da yang menarik dari pidato sby pagi ini..buat saya.. dia membandingkan hujan badai indonesia dengan bangsa-bangsa besar yang lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dalam sepuluh tahun terakhir, sejak bergulirnya reformasi, bangsa Indonesia, telah menjalani salah satu era yang paling transformasional dalam sejarah Indonesia modern. Kita tahu, hanya segelintir bangsa-bangsa di dunia yang menghadapi badai dan gejolak bertubi-tubi sebagaimana yang kita alami. Dan hanya segelintir kecil bangsa - bangsa yang mampu bertahan, bahkan bangkit menjadi lebih tegar akibat dari cobaan - cobaan sejarah tersebut,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat banyak bangsa yang saat ini tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macedonia, yang melahirkan Alexander the Great, satu bangsa yang besar, akhirnya mengerucut menjadi satu provinsi kecil jamannya yogoslavia dulu, dan sekarang menjadi negara kecil yang selalu diremehkan asal-usulnya di Eropa, terutama oleh protes Yunani, yang menganggap mereka mengclaim nama Macedonia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inca, Astek..yang hilang dan menjadi artefak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yunani sendiri yang melahirkan dasar-dasar filosofi dunia, sekarang hanya menjadi negara tujuan wisata saja dan sering diejek karena makan kepala kambing..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma.. saat ini tak lebih dari negeri penghasil mafia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Portugis, yang gagah berani mengarungi lautan dengan gold, gospel dan glory, sekarang tak lebih menjadi negara pemroduksi film-film ala telenovela..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris, temen saya orang Inggris, bilang.. sekarang negaranya cuma pojok kecil yang kumuh di Eropa, yang lebih ngetop dengan gosip kerajaan.. dan spice girls..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perancis.. menjadi seperti grumpy old man di dunia... yang selalu berusaha menunjukkan keberbedaanya di hadapan amerika..tapi selalu rusuh dengan migran bekas jajahannya.. politik etis yang disesali banyak warganya ketika melihat banyak orang bekerja dengan wajah arab..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerman.. seperti orang dewasa yang sensitif di masyarakat dunia, dengan banyaknya dosa masa lalu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Serikat masih besar dan super power, .. mencoba mencuci dosa gelap jaman George Bush dengan menghadirkan Obama..namun selalu diguncangkan dengan kasus penembakan-penembakan di sekolah.. tanpa sebab yang pasti., Sejak peristiwa columbine high school, dan beberapa kasus yang mirip seperti itu amerika goncang..ada apa dengan anak muda mereka? bagaimana dengan masa depan bangsa mereka? Michael Moore bilang.. mereka termakan politic of fear yang dilancarkan pemerintah dari regime ke regime, entah sampai kapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi seperti siklus, pasti ada masanya suatu bangsa tenggelam.  Seperti halnya manusia, sepertinya bangsa mempunyai masa matinya sendiri-sendiri..Seperti kata SBY dan penulis pidatonya..:)) hanya segelintir bangsa yang bertahan. SBY seperti ingin mengisyaratkan.. kebesaran bangsa ini, juga dari kebesaran cobaannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita bisa bertahan, dan betul-betul menjadi bangsa yang besar..bangsa yang menemukan dharmanya dan mempersembahkan yang terbaik bagi-Nya, bagi peradaban. Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekali lagi pidato sby di akhir pidatonya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada tahun 1928, Bung Hatta yang diadili karena perjuangannya dalam menuntut kemerdekaan menyatakan, " Hanya satu negeri yang menjadi negeriku. Ia tumbuh dari perbuatan, dan perbuatan itu adalah usahaku, " Negeri yang dikatakan proklamator itu adalah republik Indonesia, dan usaha yang dimaksudkan adalah Usaha bangsa Indonesia.  Saudara-saudara kemajuan bangsa ini ada di tangan kita, sendiri, "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat hari kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ps: Saya nggak dengerin pidatonya, kantor  memang dapat transkrip pidato setiap hari kemerdekaan. Dan menurut saya gaya pidato SBY amat membosankan.. anyway.. isinya lumayan inspiratif.. yang saya tahu, sby sangat meneliti isi pidato yang dia bacakan.. even yang bikin orang lain, dan kadang dia membuat oret-oretan sendiri, menambahkan dan mengurangi. Dia sangat serius dengan pidatonya, apalagi menjelang pemilu.. :))&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/109779552071887834-5911290974413624932?l=titikberdiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titikberdiri.blogspot.com/feeds/5911290974413624932/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=109779552071887834&amp;postID=5911290974413624932' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/5911290974413624932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/5911290974413624932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titikberdiri.blogspot.com/2008/08/hari-kemerdekaan-kita.html' title='hari kemerdekaan kita'/><author><name>the writer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17771186774996882170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fHlfRI5W7rs/SxXxaXlxk-I/AAAAAAAAAOY/djYbTOQ8Pv4/S220/IMG_0142.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-109779552071887834.post-4220703290917333167</id><published>2008-08-12T01:28:00.000-07:00</published><updated>2008-08-12T01:30:44.849-07:00</updated><title type='text'>A good girl certainly better than a bad boy</title><content type='html'>Elena Stefoi, seorang sejarawan sekaligus  duta besar besar Rumania untuk Kanada, mengucapkan kalimat yang saya tuliskan sebagai judul diatas sebagai penutup dari pidatonya pada  seminar ttg perempuan di Kanada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa-masa perang ucapnya, perempuan berdiplomasi sementara laki-laki pergi  berperang. Subjek diplomasi dan perempuan menjadi begitu menggelisahkannya, hingga kalau kita mengetik dua kata itu pada mesin pencari google keluarlah berlembar-lembar bahasan tentang betapa terlambatnya dunia memberikan tempat bagi perempuan di dunia yang dipenuhi oleh laki-laki sebagai "homo diplomaticus".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara resmi di berbagai negara, diakuinya perempuan sebagai seorang diplomat penuh, tak jauh dari perang dunia kedua. Bahkan di Russia, perempuan dipandang sama dengan diplomat laki-laki baru pada tahun 1960-an.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, signifikansi perempuan dalam diplomasi dimulai jauh sebelum masehi. Steven Saylor dalam epik novelnya "Roma" mengungkapkan sejarah yang menarik. Tahun 491 SM tercatat saat Corolianus seorang panglima perang yang dibuang oleh rakyat Roma hendak membalas dendam pada tanah kelahirannya, perempuan-perempuan Roma memasang dirinya sebagai benteng terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda Corolianus, Veturia, dengan gagah berani mendatangi Panglima Perang yang dikenal keji itu,dan mengajaknya berunding. Entah apa yang dikatakan Veturia pada pertempuan empat mata dengan Corolianus dalam tenda yang tertutup, Corolianus akhirnya mengurungkan membalas dendam pada kota yang telah membuangnya itu, dan memilih untuk dibunuh oleh pasukan Volci, sekutunya sekaligus musuh bebuyutan Roma, yang menuduhnya berkhianat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehebatan diplomasi perempuan juga amat dikenal saat Cleopatra menjalin hubungan cinta dengan Julius Caesar, yang membuat kejatuhan Alexandria dari penguasaan Alexander the Great ke tangan Roma dengan sangat bermartabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Caesar meninggal, Cleopatra menjalin kembali hubungan cinta dengan Marcus Antonius, orang kepercayaan Caesar, demi menjaga keutuhan Mesir. Walaupun akhirnya Cleopatra mati ditangan Octavius, musuh politik dari Antonius, namun Mesir senantiasa utuh sampai saat ini dan patung Cleopatra yang bersepuh emas tetap dipuja di kuil Venus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kehebatan perempuan dalam diplomasi selalu berkaitan dengan hubungan darah dan cinta? Seperti yang dilakukan oleh Veturia dan Cleopatra?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susah untuk mengatakannya. Peran dominan perempuan sebagai ibu dan kekasih, semakin jarang ditemukan. Diplomat perempuan, semakin hari, semakin mengadopsi role model dalam dunia diplomasi, gaya laki-laki sebagai "homo diplomaticus".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini baik atau buruk? Saya tidak tahu. Apakah laki-laki senang berdiplomasi dengan perempuan yang berbicara seperti laki-laki atau perempuan sebagaimana adanya? Sejarah mencatat pujian yang paling jujur terhadap diplomat perempuan tercatat saat seorang laki-laki diplomat Inggris, membisikkan apreasiasinya pada counterpartnya dari Washington, ttg Ruth Bryan OWen, perempuan Amerika yang menjadi US chief of mission pertama di Copenhagen tahun 1933- 1936 " seorang diplomat perempuan yang bisa diajak bicara seperti seorang laki-laki,"pujinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Encoding ini menjadi jamak dalam dunia diplomasi. Perempuan diharapkan menjadi laki-laki. Sulit bagi seorang diplomat perempuan untuk menikmati kehidupan berkeluarga,menjadi ibu dan istri yang bahagia dan menjadi profesional dalam karirnya sekaligus. Kadang mereka dihadapkan pada pilihan yang sama ekstrimnya, dan akhirnya mengorbankan salah satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya kita kehilangan "perempuan" dalam diplomasi, kita bertemu dengan laki-laki dalam bentuk fisik perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya ada satu sistem yang dapat mengadopsi keutuhan perempuan tersebut dalam pengaturan karir di dalam satu departemen, sebab dalam keutuhannya perempuan adalah juga ibu karena fungsi rahimnya dan Istri dalam peran purbanya sebagai pasangan dari lawan jenisnya. Keutuhan potensi diplomasi perempuan, terletak pula dalam sejauh mana sistem menerima dimensi -dimensi yang tak terlepas dari seorang perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperlukan juga laki-laki yang pemberani dan berbeda untuk menjadi pasangan dari seorang diplomat perempuan. Sebab dalam dunia tradisional laki-laki adalah penjelajah dan perempuan adalah pemelihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, kadang fungsi ini menjadi tertukar. NAmun, alam akan terus mendampingi agar tiap fungsi menjalankan peran asal-nya dengan baik. Diplomat yang ibu adalah juga penjelajah dan pemelihara, sebagaimana juga diplomat yang istri. Dan pada naturenya, seorang laki-laki adalah seorang penjelajah dimanapun Ia berada. Jadi tidak pernah ada rasa takut untuk kehilangan peran di layar kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sistem seperti ini, di masa depan roda kehidupan mungkin akan mempertemukan kita dengan seorang Veturia dan Cleopatra. Jika saat itu datang sebaiknya kita bersiap sebab perempuan-perempuan seperti ini muncul dalam masa-masa genting yang penuh dengan konflik dan peperangan. Pada saat itu kita akan betul-betul memahami apa yang Elena ungkapkan diatas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/109779552071887834-4220703290917333167?l=titikberdiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titikberdiri.blogspot.com/feeds/4220703290917333167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=109779552071887834&amp;postID=4220703290917333167' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/4220703290917333167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/4220703290917333167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titikberdiri.blogspot.com/2008/08/good-girl-certainly-better-than-bad-boy.html' title='A good girl certainly better than a bad boy'/><author><name>the writer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17771186774996882170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fHlfRI5W7rs/SxXxaXlxk-I/AAAAAAAAAOY/djYbTOQ8Pv4/S220/IMG_0142.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-109779552071887834.post-6692240432680072660</id><published>2008-05-06T00:58:00.000-07:00</published><updated>2008-05-06T03:43:36.611-07:00</updated><title type='text'>harga diri atau uang ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ada hal yang lucu dalam negosiasi pengiriman tenaga kerja Jepang dan Indonesia akhir-akhir ini. Kesepakatan Economic Partnership Agreement (EPA) antara Jepang dan Indonesia yang ditandatangani kedua pemimpin negara dua tahun yang lalu ternyata tidak seindah diatas kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi yang paling indah adalah untuk pertama kali Pasar Jepang yang tertutup menerima tenaga kerja profesional (white collar worker) dari Indonesia. Profesi yang amat bermartabat perawat dan pendamping orang-orang jompo. Untuk perawat, Jepang mensyaratkan harus S-1, berpengalaman kerja tiga tahun... dan sederet persyaratan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam negosiasi selanjutnya disaat kita mempersiapkan putra-putri terbaik Indonesia, ternyata Jepang membuka satu hal yang amat menyakitkan hati, para perawat kita yang akan menjadi duta Indonesia itu, ternyata hanya diperkerjakan sebagai pembantu perawat. Alias menanggalkan kualifikasi S-1 nya dan hanya menjadi pekerja selevel SMA. Pendeknya blue collar worker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja ini membuat para negosiator Indonesia memerah. Harga diri Indonesia direndahkan. Perbedaan standar memang dimungkinkan karena gap ekonomi dan kualitas pendidika antara negara berkembang dan negara maju..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi kita tidak mau perawat-perawat kita dijadikan cleaning service," kata seorang negosiator perempuan emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar hiruk pikuk emosi itu, ada juga pertanyaan yang lebih khas orang jakarta datang dari para kandidat perawat itu: Gajinya berapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaji menjadi perhitungan yang amat penting... sebab ada yang berfikir, diantara putra- putri terbaik kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Walaupun kerja cleaning service, tapi kalau gajinya 15 juta-an kalau dirupiahkan, saya mau aja.., ditambah tinggal gratis di Jepang lagi.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa yang mau dipilih: harga diri atau uang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib, negara miskin :))&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/109779552071887834-6692240432680072660?l=titikberdiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titikberdiri.blogspot.com/feeds/6692240432680072660/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=109779552071887834&amp;postID=6692240432680072660' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/6692240432680072660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/6692240432680072660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titikberdiri.blogspot.com/2008/05/harga-diri-atau-uang.html' title='harga diri atau uang ?'/><author><name>the writer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17771186774996882170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fHlfRI5W7rs/SxXxaXlxk-I/AAAAAAAAAOY/djYbTOQ8Pv4/S220/IMG_0142.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-109779552071887834.post-2569648623825992693</id><published>2008-03-13T00:13:00.001-07:00</published><updated>2008-03-13T00:16:12.381-07:00</updated><title type='text'>Istimewakah Menjadi Seseorang Lulusan Jurnalistik?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Antique Olv&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;(ditulis buat pengantar diskusi dgn mahasiswa baru di FIKOM Unpad, 11 maret 2007)&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Antique Olv&amp;quot;;"&gt;Waktu saya masih mahasiswa angkatan pertama kata-kata seorang dosen membuat hidung saya kembang kempis, katanya: “Kalian, mahasiswa komunikasi akan memegang masa depan. Orang-orang komunikasi akan menjadi yang terdepan dalam era informasi!” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Antique Olv&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Hampir &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; belas tahun setelah itu, saya bisa merasakan ucapan sloganistik itu ada benarnya. Sejalan dengan transisi &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; menjadi salah satu negara demokrasi terbesar di dunia, komunikasi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; pun memasuki era revolusi. Berbagai bentuk bisnis yang didasarkan pada ilmu ini menjadi cukup terbuka. Mulai dari &lt;i style=""&gt;Public Relation&lt;/i&gt; kampanye pilkada sampai pemilu presiden, agen periklanan, juru bicara di lingkungan corporate sampai departemen pemerintahan, dan yang masih juga banyak diminati: menjadi wartawan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Antique Olv&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Hukum alam berlaku, jutaan peminat pun berebut untuk mendapatkan satu kursi di lapangan kerja ini. Lulusan jurnalistik pun menjadi satu hal yang klasik. Lulusan ini cukup &lt;i&gt;catchy&lt;/i&gt; &lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;dimata para pencari kerja, asumsinya lulusan jurnalistik cukup punya background ilmu praktis dalam mengerjakan tugas2 yang ada kaitannya dengan komunikasi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;. Pertanyaannya: Sejauh manakah kualitasnya dapat bersaing dengan lulusan ilmu-ilmu lainnya? saat ini yang namanya training jurnalistik sudah ada di tiap pojok jalan. Tidak begitu sulit untuk punya background ilmu jurnalistik, tinggal ikut kursus tiga bulan seorang lulusan ITB atau IPB dapat &lt;i&gt;chit-chat&lt;/i&gt; tentang bagaimana seorang praktisi komunikasi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Antique Olv&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Tapi kita boleh protes, sebab kuliah empat - &lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:City&gt; tahun mempelajari ilmu jurnalistik, tidak seharusnya hanya memproduksi seorang praktisi komunikasi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;. Menurut saya kuliah formal ilmu jurnalistik harus membuat kita mempunyai cakrawala berfikir yang lebih mendalam, menjadi seorang pemikir “kecil-kecilan” minimal untuk pekerjaan – pekerjaan yang akan dipilih nanti,. Untuk kasus saya, menjadi wartawan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Antique Olv&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Pertanyaan buat saya sendiri apakah ilmu jurnalistik yang saya pelajari menjadikan saya wartawan yang “berbeda” dengan teman wartawan lainnya? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Antique Olv&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Saya merasakan, walaupun saya tidak amat serius kuliah, ilmu yang saya pelajari di perkuliahan mengantarkan saya untuk menjiwai pekerjaan wartawan. Tugas-tugas pak Sahala terutama (walaupun saya dapat C untuk feature) mengenalkan saya pada profesionalisme, tentang detail dan yang paling penting, usaha mati-matian untuk menepati deadline. Saya menangkap semangat yang membuat saya ketagihan pada pekerjaan ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Antique Olv&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Selain itu, saya amat berterimakasih pada guru filsafat dan logika saya almarhum Bapak DR. Puspoprodjo yang mengenalkan tentang esensi berfikir dan berusaha menjadi seseorang yang tangguh dalam menganalisis permasalahan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Antique Olv&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Setidaknya saya merasakan asuhan dua dosen tersebut membentuk kepribadian saya dalam pekerjaan. Hal ini memang amat subjektif, namun setidaknya saya memimpikan tradisi bekerja keras yang dipadukan dengan kebebasan plus (disiplin) berifikir masih diterapkan disini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Antique Olv&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Kuliah di jurnalistik mengantarkan saya menjadi seorang generalis murni. Artinya saya harus siap berfikir untuk menemukan logika mendasar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di tiap subjek. Dari mulai politik luar negeri, ekonomi, sosial, peta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;politik dalam negeri dan lain-lain. Adalah keasyikan yang utama buat saya dalam pekerjaan ini adalah menemukan logika mendasar pada tiap subjek, menemukan pertentangan-pertentangan pada issue –issue yang aktual&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan mempertanyakan pertentangan itu pada &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;nara&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; sumber saya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Antique Olv&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Pendeknya kuliah disini mengeksplorasi rasa curiosity (ingin tahu) yang cukup besar. Dan agaknya itu yang menjadi bekal utama dalam pekerjaan saya selama ini dan juga dalam kehidupan.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Antique Olv&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Nasib mengantarkan saya menjadi wartawan di sebuah kantor berita asing. Karena memang bekerja di sebuah kantor biro yang merepresentasikan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;, saya harus punya rasa ingin tahu yang besar terhadap &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Bagaimana filosofi hidup masyarakatnya, sistem sosial politiknya, penyebab rasa malas untuk maju yang nggak hilang-hilang, akar korupsinya, sebab saya harus merepsentasikan berita terhadap publik yang tidak tahu tentang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Antique Olv&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Ataupun jika saya diperbantukan ke suatu negara asing, saya harus melengkapi diri saya dengan rasa ingin tahu yang sama, misalnya saja &lt;st1:country-region st="on"&gt;Vietnam&lt;/st1:country-region&gt;: mengapa angka pertumbuhan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Vietnam&lt;/st1:country-region&gt; lebih maju dari &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;?, Apakah demokrasi memperlambat pertumbuhan, sebab ternyata &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Vietnam&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang negara komunis itu lebih baik kualitas penduduknya dengan kita?, dan seterusnya-dan seterusnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Antique Olv&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Bertanya adalah pekerjaan besar seorang wartawan. Dibalik pertanyaan seseorang dapat menangkap logika, wawasan berfikir sekaligus pengetahuannnya akan suatu masalah. Saya kira tempat kuliah kita harus memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para mahasiswanya untuk menstimulasi fikiran dan logikanya untuk punya rasa ingin tahu yang tinggi, membebaskan cakrawala berfikirnya dan akhirnya mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan yang kritis dan cerdas. Saya kira itulah bekal utama yang saya dapatkan disini. Kalaupun ruang-ruang kelas terlalu sempit, stimuli berfikir bisa didapatkan dimanapun adik-adik beraktivitas, yang penting jangan malu untuk menjadi bodoh, dan terus bertanya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Semoga kita semua dapat terus menguak realitas dengan semangat ingin tahu kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/109779552071887834-2569648623825992693?l=titikberdiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titikberdiri.blogspot.com/feeds/2569648623825992693/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=109779552071887834&amp;postID=2569648623825992693' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/2569648623825992693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/2569648623825992693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titikberdiri.blogspot.com/2008/03/istimewakah-menjadi-seseorang-lulusan.html' title='Istimewakah Menjadi Seseorang Lulusan Jurnalistik?'/><author><name>the writer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17771186774996882170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fHlfRI5W7rs/SxXxaXlxk-I/AAAAAAAAAOY/djYbTOQ8Pv4/S220/IMG_0142.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-109779552071887834.post-5023541992195228876</id><published>2008-01-30T01:52:00.000-08:00</published><updated>2008-01-30T02:26:54.853-08:00</updated><title type='text'>plong</title><content type='html'>Saat Suharto akhirnya berpulang ke Rahmatullah..  saya merasa plong. Awalnya saya kira ini karena pekerjaan.. sebab usailah sudah penantian tak menentu sebulan kurang. Tapi agaknya rasa plong ini lebih dari itu.&lt;br /&gt;Saya merasa bangsa ini telah hilang satu beban. Satu berhalanya telah hancur. Bukan sesuatu yang sulit untuk dipahami bahwa memandang Suharto itu erat dengan ketakutan. Takut salah nulis, Takut salah omong, Takut salah melukis, Takut.... Pada Jaman itu, banyak orang takut menjadi dirinya sendiri, sebab salah sikap, senjata bertindak.&lt;br /&gt;Bahkan saat Suharto sudah tidak menjadi presiden pun, rasa takut itu tetap ada. Maka itu, 4 presiden tak mampu mengadili dia,  apalagi sebabnya kalau bukan kalah pamor dan takut.&lt;br /&gt;Suharto sebagai manusia punya banyak sisi, banyak kebaikan dan juga keburukannya. Tapi sebagai pemimpin, selain senyumnya yang khas dan ketertarikannya yang genuine pada ternak dan padi, Suharto adalah pemimpin yang amat ditakuti.&lt;br /&gt;Rasa takut ini juga ada pada jaman Sukarno, yang melantik dirinya sendiri jadi pemimpin seumur hidup.&lt;br /&gt;siapa yang menumbuhkan rasa takut itu?  ya kita sendiri. So called rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;Setelah ratusan tahun di popor senapan belanda, dan jadi romusha jepang, kita menempatkan pemimpin2 kita sebagai penguasa mutlak. Sebagai berhala.&lt;br /&gt;Karena itulah kita tak mampu melahirkan pemimpin2 besar saat ini, sebab kita sendiri yang telah menahbiskan dua pemimpin yang seharusnya dapat "pensiun" baik2 itu dengan kekultusan.&lt;br /&gt;Tentu saja kita belajar dari sejarah. Sudah selesai jaman pengkultusan itu, dan simbol yang paling kuat berakar di benak kita pun sudah mati, kalah pada Kekuasaan Terbesar, menyerah pada Tuhan.&lt;br /&gt;Agar hal itu tidak terulang lagi, minimal kita punya keberanian untuk berkata dan bertindak sesuai dengan keyakinan, kita punya ekualitas yang sama untuk berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan para presiden dan para anggota DPR itu, bahkan mungkin lebih tinggi sebab: kita yang membayar mereka dengan pajak kita... harap diingat itu baik-baik.&lt;br /&gt;Semua orang itu sama hinanya di hadapan Tuhan, kemulyaan hanya diukur dengan ketakwaan. Jadi kita harus mulai hancurkan berhala feodalistik yang menghalangi kebebasan kita, dan menjadi diri sendiri dimanapun kita berada.&lt;br /&gt;semoga kita bisa belajar..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/109779552071887834-5023541992195228876?l=titikberdiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titikberdiri.blogspot.com/feeds/5023541992195228876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=109779552071887834&amp;postID=5023541992195228876' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/5023541992195228876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/5023541992195228876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titikberdiri.blogspot.com/2008/01/plong.html' title='plong'/><author><name>the writer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17771186774996882170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fHlfRI5W7rs/SxXxaXlxk-I/AAAAAAAAAOY/djYbTOQ8Pv4/S220/IMG_0142.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-109779552071887834.post-332918490175278795</id><published>2008-01-11T23:28:00.000-08:00</published><updated>2008-01-12T00:03:18.283-08:00</updated><title type='text'>dilema hukum suharto dan rasa keadilan</title><content type='html'>Dari pada ngantuk, mereka-reka dengan pertimbangan taktis kapan Soeharto meninggal, sehingga saya harus tau kapan harus membooking penerbangan ke Solo. Menarik mungkin kalau saya mencoba mengukur kedewasaan bangsa kita lewat penyelesaian kasus hukum Soeharto yang terkatung-katung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama sering orang mengaitkan kalau meneruskan proses hukum buat Soeharto yang sakit-sakitan itu, menentang prinsip " ....mikul, mendhem jero" (saya lupa kata awalnya, artinya peribahasa jawa ini adalah: menjunjung tinggi jasa pemimpin, dan menyimpan baik-baik kesalahannya) . Dan sebagai pemimpin yang jawa, tentu saja akan terlihat tidak sopan, apabila tidak mengakui prinsip ini. Dengan budaya jawa, yang penuh dengan kearifan timur, prinsip ini terlihat cukup bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu sisi, sebagai orang jawa tentu saja saya merasakan nuansa agung kejawaan itu. Di sisi lain saya merasa ini prinsip yang mundur. Sebagai muslim dan orang yang hidup pada peradaban modern yang menyerap semangat pemberontakan rakyat perancis tahun 1817 dengan slogannya Egalite, Franirte  et Liberte,  saya merasa yang harus dikedepankan adalah rasa keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa keadilan Suharto vs  orang -orang yang dipinggirkan selama masa jabatannya. Orang-orang ini adalah deretan yang panjang mulai dari eks tapol/napol mantan anggota PKI, orang-orang di waduk kedung ombo, orang-orang tapol kasus Tanjung priouk, PAra mahasiswa dan aktivis politik yang diculik dan disiksa dan ditembak, Marsinah, Udin, para orang tua puluhan korban yang mati remaja di Santa Cruz EastTimor.. dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau banyak kasus yang tidak terjamah tangannya secara langsung, tapi banyak kasus yang terjadi karena Soeharto menumbuhkan Indonesia menjadi negara militer yang membuat militer2 menjadi raja kecil dan sewenang2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belum lagi kalau  kita membicarakan petani cengkeh yang harus menjual murah cengkehnya pada Tomi anaknya, belum lagi para pengusaha Cina yang diperas untuk membiayai hidup mewah anak cucunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada keadilan, jika proses hukum Suharto tidak diteruskan. Sebab ketidakmampuan untuk mengakui sejarah, akan berujung pada bangsa yang tidak dewasa. yang akan bersembunyi pada kelemahan daripada bersikap ksatria mengakui kesalahan dan bersedia menerima  palu keadilan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/109779552071887834-332918490175278795?l=titikberdiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titikberdiri.blogspot.com/feeds/332918490175278795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=109779552071887834&amp;postID=332918490175278795' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/332918490175278795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/332918490175278795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titikberdiri.blogspot.com/2008/01/dilema-hukum-suharto-dan-rasa-keadilan.html' title='dilema hukum suharto dan rasa keadilan'/><author><name>the writer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17771186774996882170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fHlfRI5W7rs/SxXxaXlxk-I/AAAAAAAAAOY/djYbTOQ8Pv4/S220/IMG_0142.JPG'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-109779552071887834.post-6656839253353205242</id><published>2007-12-27T20:44:00.000-08:00</published><updated>2007-12-27T21:21:39.635-08:00</updated><title type='text'>pembunuhan bhuto dan evolusi SBY</title><content type='html'>menarik sekali membaca komentar SBY hari ini ttg pembunuhan Bhuto. Selain mengutuk, dia juga mengatakan bahwa pembunuhan ini merupakan pembelajaran berharga untuk Indonesia. Begini lengkapnya, (saya dapatkan di email saya pagi ini dari stringer andalan di Istana) : &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kejadian tragis yang menimpa mantan PM Pakistan Benazir Bhutto  adalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pelajaran berharga bagi Indonesia.  Pengalaman di  pakistan ini agar tidak terjadi di negeri kita.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kita tahu  kompetisi berlangsung dalam  pilkada.  Tahun 2009 bahkan mulai tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;depan sudah  mulai ada kegiatan, di tingkat nasional sudah ada kompetisi itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya ajak bangsa  ini pastikan kegiatan demokrasi aman dan tertib. Beri perlindungan ke tokoh2 politik yg  ikut berkompetisi. Kejadian di pakistan pelajaran berharga&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar ini menguatkan impresi baru ttg SBY yang mulai saya dapatkan sejak KTT ASEAN di singapore.  Saya melihat SBY lebih matang.  Selama dua tahun kepemimpinannya, dalam pandangan saya SBY adalah "new comer dalam politik di Indonesia" dan lebih mementingkan pembentukan image diatas segala2nya.. bahkan diatas substansi. Alias full of omong kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi perlahan kualitas kepemimpinannya mulai terlihat. Setidaknya dia bisa dan tau kapan waktu yang tepat untuk berbicara, dan yang paling tepat isi dari yang dia bicarakan, akhirnya cukup layak kutip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat KTT ASEAN di singapore, ketika, para pemimpin ASEAN (lagi-lagi) terpeleset masalah Myanmar, SBY mengambil alih kepemimpinan di saat makan malam para pemimpin ASEAN itu, saat mereka saling "engkel-engkelan" gimana harus memperlakukan Myanmar. Menurut saksi mata yang dikutip secara anonim oleh suatu kantor berita asing, SBY berdiri dan menegur para pemimpin itu, dengan; " Apakah kita harus terus terpecah belah karena Myanmar?" walaupun komentarnya TNI skalee.. tapi tegurannya itu mampu membuat para pemimpin itu bersirembuk untuk menentukan posisi bersama ttg myanmar, dan menghasilkan kata2 yang cukup keras setelah makan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, SBY membuktikan lagi kualitas kepemimpinannya, saat UNFCCC meeting di Bali desember kemarin. Bersama-sama dengan Sekjen PBB, SBY mengajukan appeal pada para peserta yang udah pada exhausted.. termasuk para wartawan peliput yang udah pada gk mandi, untuk menghasilkan suatu breaktrough. Dia bilang "Dont let the world crumble, just because problem of wording," (wording maksudnya para peserta UNFCCC itu ribut masalah kata2 yang akan tertera di bali road map, kadang itulah sisi ridicoulusnya diplomasi.. letak titik, coma, bahkan peun aja jadi masalah hidup mati dan membuat pemborosan ribuan dolar, karena rapat nggak selesai2 dan menghabiskan bercangkir2 kopi untuk lobby.. )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pidato itu, walaupun, saya tau bukan SBY yang membuatnya, tapi terbukti mampu mencairkan hati para negotiatior lingkungan yang keras kepala itu. Walaupun saya sempat berkomentar pada seorang diplomat dengan cynic bahwa SBY mendapatkan tempatnya untuk menjadi "hero", tapi diam2 saya bangga.. sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan proses - proses itu membawa SBY untuk mengeluarkan komentar yang cukup menarik hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, saya bisa merasa betul2 punya pemimpin bangsa.., memang membutuhkan banyak test lagi di di depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But, hey, maybe, he's not bad.&lt;br /&gt;not bad at all.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/109779552071887834-6656839253353205242?l=titikberdiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titikberdiri.blogspot.com/feeds/6656839253353205242/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=109779552071887834&amp;postID=6656839253353205242' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/6656839253353205242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/6656839253353205242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titikberdiri.blogspot.com/2007/12/pembunuhan-bhuto-dan-evolusi-sby.html' title='pembunuhan bhuto dan evolusi SBY'/><author><name>the writer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17771186774996882170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fHlfRI5W7rs/SxXxaXlxk-I/AAAAAAAAAOY/djYbTOQ8Pv4/S220/IMG_0142.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-109779552071887834.post-1717215932128499385</id><published>2007-11-07T23:15:00.000-08:00</published><updated>2007-11-08T00:10:10.569-08:00</updated><title type='text'>macet jalan = macet mental</title><content type='html'>Jakarta macet. Oh, itu bukan berita.  Pembangunan jalur busway yang tanpa perencanaan matang patut disalahkan sebagai penyebab parahnya kemacetan jakarta akhir-akhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada yang berbeda pagi ini ketika saya melintas di jalan Panjang kawasan kebun jeruk yang juga jadi sasaran pembangunan jalur busway. Jalan yang biasanya tak bergerak dipenuhi mobil,metro mini dan motor yang simpang siur tak karuan, pagi ini tampak sepi.  Semua jenis pengendara bisa berseliweran dengan bebas.  Ada pejabat lewat?  atau  saya lupa kalau ini hari libur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tidak. ini hari kerja biasa dan tidak ada  volvo dengan sirine meraung-raung. Saya pun penasaran.  Tiba-tiba disuatu perempatan, saya melihat orang berpakaian biru muda dan berhelm mengatur para pengendara sepeda motor untuk ada di satu jalur, dan mempersilahkan mobil memakai jalur lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama, 100 meter berikutnya saya melihat kembali orang berpakaian seragam yang sama mengatur jalan, begitupun 100 meter berikutnya dan berikutnya. Pengemudi motor, angkot, mobil tampak serius mengikuti gerak tangan petugas khusus yang belakangan saya ketahui spesial ditugaskan Departemen perhubungan pagi ini menjawab komplain publik tentang parahnya macet di Jalan Panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah ternyata, bukan pembangunan jalur busway atau monorail atau galian penyebab utama macet. Tapi yang paling utama adalah masalah mental. Jalan panjang sehari-hari sebelum kedatangan para peri biru adalah pemandangan klasik semua ruas jalan di jakarta ada atau tidaknya pembangunan jalur Busway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana, disetiap ruas jalan ibu kota Indonesia ini, anda akan menemui angkot atau metromini yang suka berhenti seenaknya. Anda juga melihat, mobil-mobil pribadi yang melaju pelan karena sang pengemudi asik mengirim sms atau handphone.  Jagoan jalanan jakarta, para pengendara motor pun memiliki andil besar dalam kekacauan jalan,  dengan gayanya improvisasinya meliuk - liuk diantara mobil -mobil.  Penuh semangatnya sampai tak perduli kalau stang atau bempernya menggores-gores kendaraan disekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ajaibnya, kedatangan peri biru di jalan panjang pagi ini mengubah itu semua.  Semua pengemudi cukup rapi dalam mengendarai mobil dengan kecepatan terjaga, pengendara motorpun jadi anak baik-baik, menahan diri untuk memainkan liukkan motornya. Begitupun barisan metromini, seakan-akan amnesia dengan prilakunya di hari-hari lalu, cukup taat mencari tempat untuk menaik-turunkan penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kita bisa disiplin, cuma satu syaratnya: takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak tiga ratus tahun penjajahan ternyata masih bersisa sampai hari ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/109779552071887834-1717215932128499385?l=titikberdiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titikberdiri.blogspot.com/feeds/1717215932128499385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=109779552071887834&amp;postID=1717215932128499385' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/1717215932128499385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/1717215932128499385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titikberdiri.blogspot.com/2007/11/macet-jalan-macet-mental.html' title='macet jalan = macet mental'/><author><name>the writer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17771186774996882170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fHlfRI5W7rs/SxXxaXlxk-I/AAAAAAAAAOY/djYbTOQ8Pv4/S220/IMG_0142.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-109779552071887834.post-1464521052524970969</id><published>2007-11-06T19:47:00.000-08:00</published><updated>2007-11-07T03:13:21.288-08:00</updated><title type='text'>investigative reporting</title><content type='html'>Memang mengagetkan saat orang yang kita kenal baik ternyata terlibat korupsi. Atau tertuduh. Ada rasa kaget, sedih, juga gembira sedikit, sebab ada satu lagi kemunafikan dan ketidakadilan terkuak. Dan yang paling penting, satu hak kita untuk tahu, kemana uang pajak yang selama ini kita bayar itu dipenuhi.  Kasus yang menimpa orang yang kita kenal ini yang paling substansi bisa menjadi  cermin, bahwa begitu kompleksnya manusia dan bukan nggak mungkin kita bisa melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang paling penting apa yang harus saya lakukan menyikapi ini?&lt;br /&gt;Ada berbagai pilihan, saya ikut bergerumbul orang banyak dan ikut-ikutan merutuki orang yang korupsi tanpa bercermin pada diri saya sendiri.&lt;br /&gt;Atau sebagai konsekuensi dari pekerjaan, saya akan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dan menentukan sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau kalau saya cukup digdaya, saya akan melakukan investigative reporting. Salah satu fungsi dari media yang menurut saya cukup tajam. Targetnya adalah menemukan bukti fisik yang cukup menunjang ucapan "sumber-sumber" yang membocorkan bahwa A, B, C terlibat korupsi.&lt;br /&gt;Uang bagaimanapun akan terlihat jejaknya. Kemana mengalirnya dan bagaimana. Dimanapun pasti akan ada sisa dan baunya. Apalagi yang nilainya milyaran rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus-kasus korupsi  di Indonesia dan penguakan media mengingatkan saya pada &lt;a href="http://www.washingtonpost.com/wp-srv/politics/special/watergate/"&gt;skandal watergate yang menjatuhkan presiden Nixon 1972, &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.washingtonpost.com/wp-srv/politics/special/watergate/"&gt;&lt;/a&gt; Saat itu Bob Woodward and Carl Bernstein mendapatkan sumber strategis di pemerintahan yang membocorkan keterlibatan Nixon dalam penyuapan dan penyadapan kantor2 partai dan pemerintahan.  Tapi tak cukup dengan kata2 sumber, duo itu banting tulang mencari bukti fisik untuk membuktikan ucapan Deep Throat, dan itu berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayangnya saya hanyalah seseorang yang bekerja di sebuat biro kantor berita kecil, yang melihat Indonesia selalu dengan gambar besar. Saya tidak bisa memfokuskan satu kasus kecuali memang melibatkan uang2  milik publik tempat saya bekerja. Makanya saya punya ini, untuk bilang pada teman2 yang bisa melakukan investigative reporting untuk jangan berhenti pada satu sumber. Jihad teman2 adalah mendapatkan bukti fisik. Disitulah semua fakta akan berbicara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/109779552071887834-1464521052524970969?l=titikberdiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titikberdiri.blogspot.com/feeds/1464521052524970969/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=109779552071887834&amp;postID=1464521052524970969' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/1464521052524970969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/1464521052524970969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titikberdiri.blogspot.com/2007/11/investigative-reporting.html' title='investigative reporting'/><author><name>the writer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17771186774996882170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fHlfRI5W7rs/SxXxaXlxk-I/AAAAAAAAAOY/djYbTOQ8Pv4/S220/IMG_0142.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-109779552071887834.post-7265793898254340184</id><published>2007-11-06T03:52:00.000-08:00</published><updated>2007-11-07T02:31:16.378-08:00</updated><title type='text'>kilometer seribu</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;judul diatas adalah ucapan Imam B Prasodjo saat menjadi pembicara di buku " Dari kilometer Nol" karya Andi Malarangeng.  Menurut Imam, kilometer seribu adalah antitesa dari Nol, perlambang Istana negara, begitu menurut penulisnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jadi, kumpulan kolom Andi di jurnal nasional yang menjelma menjadi buku itu adalah bagaimana melihat Indonesia dari perspektif "orang Istana". Sedangkan, kilometer seribu dalam pemaknaan Imam adalah bagaimana rakyat kecil melihat Istana.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Menarik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya selalu suka Imam Prasodjo, seorang intelektual kritis yang jarang saya temui di Indonesia. Selalu siap dengan alasan, ngeles dengan cerdas, dan konsisten. Dia bergerak dari menara gading untuk turun ke masyarakat, dengan organisasi "nurani dunia"-nya, bukan kewajiban untuk intelektual yang memang diciptakan menghuni  menara gading seperti Imam. Tapi dia merasa terpanggil dan bergerak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Agak berbeda warnanya memang dengan Andi, bung dari Makassar.  Saya merasakan kekecewaan yang amat mendalam saat dia mulai berbicara mewakili Istana. Bukan posisi prestisenya yang saya kecewakan, tapi cara dia membela kebijakan presiden. Kata-kata dan logikanya sangat tidak sophisticated dan hanya berpegang pada kepandaiannya bersilat lidah yang kosong. Saya sama sekali tidak melihat sisi intelektualitas yang mendalam pada Andi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;contoh komentar kosong Andy: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;pre  style="font-family:georgia;"&gt;"&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak bisa menyelesaikan&lt;br /&gt;segala permasalahan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;yang diadukan oleh semua lapisan masyarakat&lt;br /&gt;dari seluruh Tanah Air melalui &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;surat, telepon&lt;br /&gt;dan bahkan pesan-pesan SMS ke Ibu Negara&lt;/span&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;J&lt;span style="font-style: italic;"&gt;angankan jadi presiden, jadi juru bicara Presiden saja tugas dan tanggung jawabnyaluar biasa besar" Selama  beberapa bulan mendampingi Presiden,Andi mengaku waktunya habis tersita untukkepentingan pemerintah dan negara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;pre  style="font-family:georgia;"&gt;(Antara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;nak sekarang akan spontan berkomentar : Maksud Loh?&lt;br /&gt;apa surat kabar kita perlu memenuhi halamannya,&lt;br /&gt;dengan kata2 kosong seperti ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Beberapa kali saya sempat berbicara langsung dengannya untuk keperluan pekerjaan, dan komentarnya tak ada yang bisa saya tulis. Saya kapok. Hanya menghabiskan pulsa telefon. Mungkin ini subjektif, tapi saya kira juru bicara ditempatkan bukan menjadi Toa dari presiden dan membodohi wartawan dengan bersilat lidah. Tapi juru bicara menjelaskan background permasalahan bahkan kalau bisa, mencerdaskan wartawan yang meminta komentarnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya berharap saya bisa menemukan sisi intelektual dari Andy di bukunya. Keberanian untuk mengemas buku dengan packaging yang ekslusive tentu saja mengundang birahi untuk membuka dan menghabiskan buku itu. Tapi baru beberapa lembar, buku itu pun menggantung di tangan, karena saya merasa ngantuk. Membaca buku itu tak ubahnya mendengar Andi berbicara langsung lewat telefon, miskin nilai sastra, penuh pemujaan terhadap Sang Presiden,  dan sama sekali tidak menarik, karena tidak ada yang baru. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Hum, bung Andi, mungkin ini kilometer seribu saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bagaimana? &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/109779552071887834-7265793898254340184?l=titikberdiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titikberdiri.blogspot.com/feeds/7265793898254340184/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=109779552071887834&amp;postID=7265793898254340184' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/7265793898254340184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/109779552071887834/posts/default/7265793898254340184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titikberdiri.blogspot.com/2007/11/kilometer-seribu.html' title='kilometer seribu'/><author><name>the writer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17771186774996882170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fHlfRI5W7rs/SxXxaXlxk-I/AAAAAAAAAOY/djYbTOQ8Pv4/S220/IMG_0142.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry></feed>
